SELENGKAPNYA

JALAS VEVA JAYA MAHE,

Satu pernyataan Bung Karno yang sempat viral pada tahun 1962, gagasan tersebut kemudian menjadi semboyan yang melekat pada bangsa ini, lantas apa sebenarnya yang terkandung dalam pernyataan tersebut, tentu bagi pak karno, pasti terbersit dalam pemikirannya, Indonesia merupakan salah satu negara kepulaun yang terbesar di dunia, dari letak geografis benua asia paling luas di dunia, sebuah benua yang dikelilingi oleh Samudra, sementara posisi Indonesia sangat strategis sebagai jalur lalu lintas perdagangan internasional, transaksional golabalisasi ekrsport inport sangat besar, adapun udara sangat terbatas, artinya jika kembali ke potret bangsa ini, untuk membangun satu peradaban ekonomi yang mapan, negara yang besar, negara yang makmur, harus meletakkan pembangunan Indonesia pada sektor maritim, karena urat nadi kehidupan ekonomi di darat amat bergantung pada sektor transportasi laut.

saatnya bergeser ke laut, saat tingkat kesulitan di darat sudah mulai menghempit, persaingan dunia kerja sangat padat, sementara perimbangan dunia kerja dengan rasio SDM di darat mengalami oper load, inilah salah satu alasan yang paling mendasar kenapa Akademi Ilmu Pelayaran Nusa Tenggara yang disingkat dengan (AIP-Nusra) berdiri sejak tahun 2014 kemudian mendapatkan izin operasional sejak tahun 2019 tgl 20 agustus oleh Kementerian Ristek Dikti dengan SK. Nomor 737/KPT/I/2019. Akademi Ilmu Pelayaran setelah melalui proses pengkajian dan analisa strategis, AIP-NUSRA dianggap layak menjadi Perguruan Tinggi Pelayaran di NTB. Salah satu Perguruan Tinggi yang memiliki peran strategis ikut serta dalam membangun bangsa indonesia, satu-satunya Perguruan Tinggi yang berdiri diantara tiga provinsi yaitu Bali, NTB, NTT yang konsen dibidang kemaritiman di indonesia bagian timur.

NTB, Bali dan NTT merupakan wilayah yang kepulauan yang dikelilingi oleh maritim. Diantara tiga provinsi tersebut, NTB merupakan salah satu daerah yang saat ini sedang menjadi pusat perhatian dunia internasional, bahkan Provinsi NTB telah mencapai 500 ribu pengunjung pertahunnya dari berbagai belahan dunia.Keadaan ini telah menjadikan Nusa Tenggara Barat sebagai central perhubungan internasional pada saat ini.Potensi sebagai central perhubungan internasional, dengan beberapa indikator yaitu NTB akan menjadi salah satu provinsi yang akan memiliki Pelabuhan Bandar Kayangan internasional yang berada di Kabupaten Lombok Utara (KLU), ini akan menjadi pintu dunia bagi transaksional globalisasi perdagangan antar pulau dan dan antar negara. Selain Pelabuhan Bandar Kayangan, NTB memiliki Pelabuhan Gili mas di lembar, salah satu pelabuhan besar yang memiliki hubungan transaksional global ke beberapa negara maupun daerah Lainnya.

Pelabuhan ini akan tersambung ke provinsi Bali bahkan NTT. Di tiga wilayah Bali, NTB, NTT kita memiliki pelabuhan-pelabuhan domestik, yaitu Pelabuhan Ketapang Gili Manuk, tepatnya di Bali, jalur ini sebagai penghubung antara Bali dg Jawa, di wilayah timur NTB memiliki Pelabuhan Kayangan Poto Tano, pelabuhan ini sebagai penghubung antara Lombok dengan Sumbawa dan Bima, dan yang terahir Pelabuhan Badas yang ada diwilayah timur sebagai penghubung antara NTB dengan NTT. Dari aspek jumlah dan potensi pelabuhan yang dimiliki oleh NTB. Maka dianggap penting bagi keahdiran AIP-NUSRA untuk ikut terlibat dalam mecetatak pelaut-pelaut yang handal, profesional, cakap dan berdaya saing sesuai dengan kebutuhan indutsri kerja dikapal maupun di pelabuhan. Pada level nasional dan internasional, Indonesia sangat strategis untuk menjadi salah satu Negara yang banyak berhubungan dengan transportasi laut. Pertumbuhan dan perkembangan infrastruktur pelabuhan internasional dan domestik diseluruh wilayah indonseia, yang kemudian diikuti dengan pertumbuhan dan perkembangan beberapa perusahaan pelyaran nasional dan internasional, seperti perusahaan PT Pelayaran Nasional Indonesia (PT PELNI), PT Pertamina, Bea cukai, ASDP, dan perusahaan asing lainnya.

Hal ini kemudian sebagai faktor utama yang menyebabkan lembaga AIP-NUSRA penting untuk ikut terlibat dalam mencetak sumber daya manusia maritim yang sesuai dengan kebutuhan industri kerja. Sebagai Perguruan Tinggi yang konsen dibidang kemaritiman di Indonesia bagian timur, AIP-NUSRA, memiliki Program Studi (1) Manajemen Pelabuhan. (2) Program Studi Nautika (3) Program Studi Teknologi Rekayasa Permesinan Kapal.

Adapun tentang program studi

1.Program Studi Manajemen Pelabuhan

Tugas dan tanggung jawab untuk lulusan jurusan Manajemen Pelabuhan adalah agar dapat mengatur kegiatan di pelabuhan, mempersiapkan kedatangan dan keberangkatan kapal, dokumen-dokumen kapal,bongkar muat barang di pelabuhan. Secara umum dapat disimpulkan bahwa jurusan Manajemen Pelabuhan adalah mengatur segala kegiatan di pelabuhan.

Out Put Lulusan Manajemen Pelabuhan

  • Output lulusan Manajemen Pelabuhan dapat bekerja diantaranya: (1) Seluruh Perusahaan Pelayaran baik Nasional maupun Internasional. (2) Seluruh Perusahaan yang bergerak di bidang kemaritiman (Pelayaran Niaga) seperti : EMKL, Stevadoring, Freight Forwarder, Pergudangan, Agen Perusahaan Pelayaran, dll (3) Instansi Pemerintah seperti : Kementrian Perhubungan , Bea Cukai, Kementrian Kelautan dan Perikanan, PELINDO, ASDP, dll. (4) TNI dan POLRI sebagai Perwira Karier.

2.Program Studi Nautika

Tujuan umum dari jurusan Nautika adalah melatih mahasiswa atau taruna untuk menjadi calon Perwira Navigasi (Nautika) untuk kapal pelayaran lokal, interinsuler dan pelayaran Samudera . Tugas dan Tanggung Jawab untuk lulusan jurusan Nautika adalah agar dapat membawa kapal niaga dan muatannya dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain dengan aman dan selamat.

Output lulusan Nautika dapat bekerja sebagai. (1) Perwira Navigasi di seluruh Perusahaan Pelayaran baik Nasional maupun Internasional. (2) Instansi Pemerintah seperti : Kementrian Perhubungan , Bea Cukai, Kementrian Kelautan dan Perikanan, Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), BASARNAS, dll. (3) TNI dan POLRI sebagai Perwira Karir.

3.Program Studi Teknologi Rekayasa Permesinan Kapal.

Program Studi Teknologi Rekayasa Permesinan Kapal mendidik dan melatih taruna menjadi Perwira Pelayaran Besar (Samudra) bidang keahlian Mesin Kapal, mempersiapkan tenaga ahli madya yang ahli dalam bidang pengoperasian mesin induk kapal, mesin bantu kapal, kelistrikan kapal, elektronik, dan sistem kontrol kapal, pencegahan polusi di laut, perawatan permesinan kapal, dan penanganan keadaan darurat di kamar mesin. Adapun tugas dan tanggung jawabnya adalah dapat mengoperasikan serta memelihara mesin kapal selama kapal berlayar sampai tujuan dengan aman. Out Put Lulusan Teknologi Rekayasan Permesinan Kapal. Puncak karier lulusan Program Studi Teknologi Rekayasa Permesinan Kapal di kapal adalah Kepala Kamar Mesin (KKM) di seluruh Perusahaan Pelayaran baik Nasional maupun Internasional karena Serifikat Keahlian Pelaut yang dimiliki berstandar IMO.

Instansi Pemerintah seperti : Kementrian Perhubungan , Bea Cukai, Kementrian Kelautan dan Perikanan, Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), BASARNAS, dll. (3) TNI dan POLRI sebagai Perwira Karir

Scroll to Top